Sharing with @budip Pascasarjana Komunikasi UI, 19 Oktober 2011 (2)

October 20, 2011 at 7:21 pm (ceracau)

Get Viral!!

 

Marketing

Shinta-Jojo, JB dan Briptu Norman merupakan produk-produk yang dipasarkan by design. Inilah tanggapan @budip ketika saya tanya tentang kasus-kasus yang secara “instan” meraup ketenaran.

Menurut @budip proses pemasaran produk tersebut memang disengaja, atau setidaknya begitu mereka perform di youtube, mulai banyak pihak yang dengan segera merancang strategi pemasaran produk ini.

Namun semua kasus diatas mempunyai satu kemiripan. Semuanya memiliki genuineness atau keaslian dan keunikan. Briptu Norman dengan atribut polisinya, S-J dengan ekspresinya dan JB dengan suaranya yang merdu dan mukanya yang polos.  Bayangkan jika video briptu Norman direkam dengan kualitas HD dan dengan pengarah gaya kelas Bollywood. Saya yakin nasib Norman tidak akan semanis saat ini.

Pemasaran di media sosial memang tidak ada formulasi yang tepat, namun ada beberapa hal yang bisa membantu proses pemasaran di media sosial. Berikut beberapa tips yang disampaikan pada malam itu.

  1. Jumlah follower atau tingkat conversation?

Ketika kita ingin mencari influencer untuk mengendorse sebuah produk mana yang lebih baik, akun dengan jumlah follower yang tinggi atau akun dengan tingkat conversation yang tinggi?

@budip dengan jelas menyatakan keduanya sama bagusnya. Akun dengan jumlah follower tinggi dapat digunakan untuk build a brand sementara akun dengan tingkat conversation tinggi bisa dijadikan alat untuk market insight mining.

2. Pelajari nature dari internet user.

Dulu nenek moyang kita terpaku pada satu site untuk berita, detik.com atau kompas.com. Saat ini kita mengenerate informasi dari berbagai macam sumber yang direkomendasikan teman kita. Kita tidak lagi terpaku pada satu sumber informasi. We’re learning and therefore we’re getting smarter. Jika kita tidak mengubah kebiasaan kita dalam memasarkan produk, tamatlah riwayat kita.

Oh ya, ada satu hal yang menarik, berdasarkan eksperimen yang dilakukan @budip ternyata pengunjung web hanya mengklik satu/dua link dan tidak mengacuhkan linknya. Lalu mengapa kita harus membuat website dengan ribuan link di halaman muka? Cek Peneroka untuk menuju eksperimen ini

3. Ukur efektivitas exposure Anda

Selain Google Analytics, Klout, Hootsuite dan beberapa tools lainnya, ternyata twitpic bisa digunakan sebagai alat ukur juga! Si endorser akan foto dengan backgroun/atribut yang berbau produk kita, RT, lihat viewnya. Sweet!🙂

4. Kontinyu

Social media marketing is about conversation, engagement. Oleh karena itu kontinyuitas menjadi penting. Bayangkan jika Anda mengeluarkan semua peluru Anda di awal permainan. The game won’t last long for you.

Yup, setidaknya itu yang saya tangkap dari sharing malam itu. If you have any comment, please, be my guest! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: