Brand Life Cycle

September 18, 2011 at 8:39 am (ceracau)

Brand life cycle, term ini masih sangat jarang digunakan, bahkan tidak banyak literatur yang membahas term ini. Orang lebih banyak menggunakan dan membahas tentang product life cycle. Dari masa introduction hingga decline, padahal brand cukup penting dalam marketing.

Brand identity mampu menyampaikan apa yang ingin dikomunikasikan si produsen ke konsumen melalui berbagai macam faktor (desain, nama, warna, dll). Oleh karena itu saya rasa cukup penting untuk mengentahui dimana posisi brand kita saat ini agar kita dapat mengatisipasi perubahan yang terjadi.

Sebagai contoh, pada tahun 70an, di Indonesia sempat beredar majalah dengan nama “Zaman”, sempat beredar dan akhirnya tidak laku. Akhirnya majalah tersebut berubah nama menjadi “MATRA”, alhasil nama itu pun membawa pundi rupiah masuk ke kantong pemilik majalah tersebut.

Lalu pertanyaan saya adalah kapan seorang produsen harus bersiap-siap melakukan revitalisasi brand agar tetap survive di pasar. Apakah brand life cyle ini sama persis dengan product life cyle yang terdiri dari introduction-growth-mature-decline ?

Setelah browsing kanan-kiri, ternyata memang agak sulit menemukan materi tentang brand life cycle, tapi berikut yang bisa sedikit saya rangkum.

Pembahasan tentang brand life cycle (BLC) tidak bisa lepas dari product life cycle. Product life cycle terdiri dari empat tahap, introduction, growth, mature dan decline. PLC bisa disandingkan dengan daur hidup brand seperti dibawah ini.

Jika kita lihat dari bagan diatas, maka terlihat bahwa sebuah BLC tergantung/berkaitan dengan PLC. Penjelasan dari diagram diatas sebagai berikut:

Diagram BLC di atas diciptakan oleh penulis. Silahkan cantumkan sebagai referensi dengan menulis sumber.

Dalam tahap awal pengenalan produk (introduction) maka sebuah brand akan dikenalkan dan memasuki dalam tahap recognition, konsumen perlu tahu apa dan siapa brand yang dimaksud.

Ketika produk memasuki tahap growth, maka sebuah brand bisa jadi masuk ke primary awareness atau masih dalam tahap recognition (hal ini juga berlaku dalam tahap mature, dimana brand bisa jadi masih di tahap primary awareness dan belum memasuki eternity).

Hal ini terjadi karena brand life cycle memakan waktu lebih lama dari pada product lifecycle. Sebuah produk bisa obsolete hanya dalam waktu singkat, namun tidak dengan brand. Produk deterjen bisa diinovasi dengan ditambahkan pewangi/pemutih dan segala inovasi namun namanya tetap RINSO.

Lalu kapan sebuah brand bisa dikatakan memasuki periode eternity? Sebenarnya tidak ada patokan resmi kapan sebuah brand memasuki tahap tertentu, namun layaknya product life cyle pasti ada beberapa indikator yang menunjukkan hal ini.

Menurut penulis sendiri, sebuah brand telah memasuki masa eternity, ketika apa yang melekat dalam suatu produk telah digantikan dengan brand tersebut. Brand ini menjadi generic. Contohnya Honda, saat ini  bisa jadi merek ini telah memasuki periode eternity, karena top of mind produk motor adalah Honda. Namun parameter ini tidak pasti, parameter dapat berubah sesuai patokan yang digunakan si produsen dalam mengukur brandnya.

Mungkin tulisan berikutnya akan tentang brand audit.🙂

2 Comments

  1. wardhanaaditya said,

    mungkin apabila barangnya bagus tapi kemudian ada masalah din.. kyk trans tv yg hobi banget ngerubah nama [bukan] empat mata pasca dicekal

    • Didin Dimas said,

      betul dit! ketika ada trouble, maka sebuah produk harus diinovate dan direbranding. Tapi ga selalu setiap innovate harus rebranding. Yang gw masih belum dapet patokan, kapan sebuah brand harus rebranding. Menurut gw [bukan] empat mata ganti nama, karena namanya dicekal oleh KPI. Kalopun ga dicekal, yg perlu dilakukan cuma innovate aja, pake brand yg sama pun masih tetap laku. IMHO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: