LUMP SUM VS ANUITAS

August 25, 2010 at 4:23 pm (ceracau)

Pembayaran manfaat pensiun di Indonesia dibagi dua yakni secara lump sum (bersamaan) atau bulanan. Tak banyak orang tahu tentang seluk beluk dua macam pembayaran ini, terutama pembayaran secara bulanan.

Untuk sedikit informasi, pembayaran secara bulanan dapat dilakukan melalui pembelian Anuitas, sebuah program asuransi jiwa yang akab membayarkan manfaat pensiun secara bulanan hingga satu rentang waktu tertentu.

Selama pengalaman saya melakukan sosialisasi dana pensiun, pertanyaan utama setiap peserta pensiun adalah, “Kenapa harus dibayar bulanan? Kami ingin dibayar secara bersamaan!” Tentu semua orang lebih senang mendapatkan ratusan juta secara bersamaan ketimbang hanya satu juta per bulan semur hidup. Namun apakah pembayaran secara langsung memang selalu lebih menguntungkan?

Resiko Lump Sum

Tak sedikit broker-broker nakal yang menjanjikan return tinggi jika Anda menginvestasikan uang pensiun Anda di firma mereka. Alih-alih mendapatkan return yang tinggi, dana pensiun Anda habis dalam sekejap karena ulah mereka. Di saat itu Anda telah menjadi pensiunan berusia 55 tahun tanpa pekerjaan, tanpa uang dan beban finansial keluarga yang masih harus ditanggung. Apakah Anda mau melamar pekerjaan baru dengan usia 55 tahun? Saya rasa tidak.

Selain broker nakal, jumlah uang pensiun yang tidak sedikit pasti akan menggoda Anda untuk menghabiskan dana tersebut di produk yang tidak terlalu Anda butuhkan!

Anuitas

Lalu bagaimana untuk menghindari kebocoran dana yang fatal tersebut? Bagi pemilik dana pensiun Iuran Pasti (IP), bersyukurlah! Karena manfaat pensiun Anda telah diatur Undang-Undang untuk dibelikan Anuitas, namun Anda tetap dapat mengambil 20% dari total manfaat pensiun Anda secara lump sum (jika Anda membutuhkan, jika tidak, lebih baik belikan anuitas). Beberapa ahli keuangan menganjurkan untuk menarik hanya 4% dari total manfaat pensiun secara lump sum dan 96% dibelikan anuitas.

Untuk pemilik pensiun Manfaat Pasti (MP), jangan berkecil hati. Meskipun manfaat pensiun Anda tidak diatur Undang-Undang, namun Anda masih berhak untuk membeli Anuitas dari perusahaan asuransi jiwa. Jumlah besaran manfaat pensiun yang akan Anda belikan anuitas pun dapat dengan bebas Anda atur, bisa seluruh manfaat pensiun atau hanya sebagaian. Yang pasti, bagi kedua manfaat pensiun—IP dan MP—semakin besar manfaat pensiun yang Anda belikan anuitas maka semakin besar jumlah uang bulanan yang akan Anda terima dari anuitas trersebut.

Saran saya, bagi Anda pemilik pensiun MP, pikir baik-baik keputusan untuk mengambil secara lump sum, sekali Anda salah investasi, hilanglah semua dana tersebut. Pastikan golden rule of investment selalu menjadi landasan Anda. Semakin tinggi return/keuntungan maka semakin tinggi resiko Anda kehilangan uang Anda!. (ddn)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: