ANUITAS

August 25, 2010 at 4:27 pm (ceracau)

“Jika 80% dari total Manfaat Pensiun di atas Rp. 100 juta, maka peserta wajib membeli anuitas”.

Kalimat tersebut selalu menjadi bahan pertanyaan ketika saya melakukan sosialisasi kepada peserta. Kebanyakan dari peserta masih belum memahami apa itu anuitas. Kali ini saya akan sedikit membahas anuitas.

Apa Itu Anuitas?

Anuitas adalah sebuah produk asuransi jiwa yang dapat membayarkan manfaat pensiun Anda secara bulanan dalam waktu tertentu—namun peserta DPA2 wajib memilih anuitas dengan pembayaran seumur hidup—dan Anuitas ini bersifat cash refund.

Cash Refund berarti jika dana yang Anda belikan anuitas ini masih sisa, namun peserta telah meninggal dunia dan janda/dudanya meninggal/menikah lagi dan anak dari peserta telah berusia 25 tahun, maka sisa dana akan dibayarkan ke ahli waris. Namun sebaliknya, jika dana yang dibelikan anuitas sudah habis sementara peserta masih hidup, maka manfat pensiun tetap akan dibayarkan pada peserta hingga peserta meninggal dan diteruskan ke janda/duda dan dilanjutkan kembali ke anaknya.

Bagaimana Perhitungan Anuitas?

Masing-masing asuransi jiwa memliki perhitungannya sendiri untuk menentukan besaran pembayaran manfaat pensiun per bulan. Sebagai gambaran saja, jika peserta membeli anuitas sebesar Rp. 200.000.000 maka setiap bulan peserta akan menerima

Rp. 1.616.625 sementara Janda/Duda/Anak akan menerima MINIMAL 60% dari dana yang diterima peserta setiap bulannya, atau sekitar Rp. 969.975.

Anuitas sendiri banyak ragamnya. Beberapa asuransi jiwa menawarkan pembayaran yang meningkat secara berkala. Sebagai contoh, si peserta menginginkan adanya peningkatan pembayaran setiap tahun, maka dari Rp. 200.000.000 dana yang dibelikan, maka peserta akan mendapatkan Rp. 1.500.000/bulan pada tahun pertama, meningkat menjadi Rp. 1.600.000/bulan pada tahun kedua, dst (sesuai dengan kesepakatan).

Bagaimana Memilih Anuitas?

Memilih anuitas adalah hak masing-masing peserta, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih anuitas.

  1. Perhatikan reputasi dari asuransi jiwa. Semakin ternama asuransi jiwa semakin baik.
  2. Perhatikan asset yang dikelola karena hal ini merupakan cerminan track record tata kelola dana asuransi jiwa tersebut.
  3. Perhatikan detail peraturan/kesepakatan antara asuransi jiwa dengan Anda sebagai peserta. Pastikan tidak ada peraturan yang akan merugikan Anda di masa mendatang.

Pemilihan anuitas ini wajib diperhatikan dengan baik karena pilihan ini sekali seumur hidup. (ddn)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: