perutku!!

June 3, 2008 at 2:43 pm (ceracau)

siang ini begitu panas, dengan terik matahari negara tropis yang khas, saya berjalan gontai menuju kos, dengan perut kekenyangan pula saya agak malas menghadapi terik matahari ini, namun apa mau dikata, skripsi dan pacar menunggu jadi saya harus segera menyelesaikan semua kewajiban saya hari ini.

Dalam perjalanan, debu-debu begitu kuat menyerang wajah saya, *keluh*. Namun saya tetap berjalan, di tengah jalan saya bertemu dengan gerobak beserta suara khasnya “toooeett……” abang-abang baik hati yang menjual segala makanan ringan, ada lupis, getuk, kue ijo2 (saya kurang tahu apa nama sebenarnya), dkk. Hati ini begitu tergoda namun sesaat kemudian terngiang suara doketer yang beberapa saat lalu memeriksa saya, “kamu pre hipertensi dan pre obesitas din..”

kembali teringiang “…pre obesitas din..”

dan lagi “…pre obesitas din..” “…pre obesitas…” “…pre obesitas…””…pre obesitas…””…pre obesitas…””…pre obesitas…””…pre obesitas…””…pre obesitas…””…pre obesitas…””…pre obesitas…””…pre obesitas…””…pre obesitas…””…pre obesitas…””…pre obesitas…”

karena suara dokter cantik itu tetap terngiang maka saya memutuskan untuk tidak membeli makanan tsb padahal makanan tersebut begitu lezat, manis gula merah, gurih parutan kelapa, dan kenyalnya lupis, aarrrgghhh begitu menggoda. Namun, suara abang-abang itu serasa melengking dalam benak saya “tttoooeeettt…..” “tttoooeeettt…..” “tttoooeeettt…..” “tttoooeeettt…..” “tttoooeeettt…..” “tttoooeeettt…..” “tttoooeeettt…..” “tttoooeeettt…..” “tttoooeeettt…..” “tttoooeeettt…..” “tttoooeeettt…..” “tttoooeeettt…..” “tttoooeeettt…..” “tttoooeeettt…..”

seakan meminta saya untuk membeli barang seribu dua ribu, namun saya adalah pria teguh, maka saya memutuskan untuk tidak membelinya!!

namun seperjalanan saya, saya membayangkan wajah anak-anaknyayang butuh makan dan butuh sekolah, istrinya yang kurus kering karena jadawal makan yang hanya senin-kamis, saya kasihan tapi apa yang bisa saya perbuat?saya harus diet. Maafkan saya bang…

langkah saya terhenti sesaat, dan akhirnya,

“Bang lupisnya 2rebu  dong.”

“Apa lagi mas?”

“Kue ijo-ijonya serebu aja.”

“uda mas?”

“uda itu aja bang, eh tambah getuk deh serebu…”

“udah?”

“yak uda bang, ni duitnya, makasi yak?”

“sama-sama mas…”

Akhirnya saya membeli makanan itu, tapi saya tidak menyesal, bukan karena saya ingin makanan itu, tapi karena saya harus membantu abang-abang itu, dei keluarganya yang kecil dan bahagia. Anak-anak itupun harus sekolah.

Saya melanjutkan perjalanan menuju kos saya dengan lupis dan getuk di tangan kiri dan kue ijo-ijo di tangan kanan dan mulut saya.

Makanan ini terasa begitu nikmat…….

PS:

Perutku, maafkan aku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: