tengah malam demam berdarah

January 29, 2008 at 2:50 pm (ceracau)

kau duduk seakan aku bersalah, berikan cinta untukmu saja

suara dendang dangdut dini hari ini kembali menguasai kamarku. Insomnia ini telah berhasil melewati beberapa malam bersama denganku dan alunan dangdut dari radio tua ku. Terbesit dalan benakku, mengapa harus dangdut?tapi entah kenapa aku selalu nyaman dengan lagu dangdut ketimbang lagu rock, pop atau bahkan jazz yang selama ini aku dengarkan. Dangdut dalam benakku selalu identik dengan gelap, bau pesing, asap rokok, pelacur, keringat. Aku tak pernah berpikir aku akan berada di sini, duduk termangu di depan layar yang selalu berkedip-kedip seakan berlomba dengan waktu agar kursor ini tetap bergerak dan tergantikan dengan karakter-karakter numerik atau huruf dari keyboard. Hari ini begitu panas, jendela kembali kubuka dengan lebar, aku tak peduli dengan nyamuk yang begitu lapar dan berusaha menghisap darahku, aku tak pernah komplain atau bahkan mrah, toh mereka juga mencari makan layaknya aku setiap harinya. Tapi aku tak kan membiarkanmereka menghisap darahku tanpa usaha, satum dua bahakan mungkin sudah puluhan teman-teman mereka mati di telapak tanganku. Aku tak marah, hanya saja merek harus berusaha jika ingin menikamti darahku, aku pun berusaha agar bisa bertahan hidup di dunia ini, bahkan mungkin aku harus memusnahkan lawan-lawanku sebagaimana kau memusnahkan kawanan nyamuk kelaparan itu. Siapa yang ingin berada di posisi ini? aku yakin tidak ada, tapi setiap detik waktu yang bergulir memaksa kita berada di posisi ini, posisi dimana hanya ada dua pilihan, dimangsa atau memangsa. Aku yakin pasti ada jalan di luar sana di mana menjadi mangsa bukanlah pilihan. Namun aku tak pernah, dan tidak akan pernah tahu dimana itu. Mungkin di dunia paralel yang ada di  dimensi ketujuh, kedelapan,kesembilan atau kesepuluh, aku tak tahu. Atau bahkan mungkin dunia paralel hanya buah pikiran dari geek yang menganggap bahwa kanker adalah alien yang bersarang di tubuh manusia. Hey, aku tak pernah menyalahkan mereka dengan pikiran-pikiran mereka. Yang mereka punya hanya itu, kemerdekaan berpikir, tak pernah ada lagi kemerdekaan di dunia ini. Kau tak percaya?dari ada dan hawa diciptakan, mereka pun tak punya kemerdekaan mutlak, segala macam pikiran yang ada dalam otak mereka aka di ketahui-Nya, mereka tak merdeka untuk makan semua yang ada, bahkan mereka tak punya kemerdekaan atas daya visual mereka (kau lupa bahwa mereka baru tahu bahwa mereka telanjang setelah mereka makan buah terlarang di Taman Eden?). Sadar kan kau atas apa yang terjadi terhadap umat manusia atas kemerdekaannya?Nol besar yang mereka dapatkan atas kemerdekaannya. Orang hidup dengan semua batasannya dan mereka selalu berdalih bahwa batasan inilah yang akan membantu mereka dalam menata hidup yang lebih baik. Taik kucing!!sejak jaman Adam dan Hawa tidak ada kehidupan yang lebih baik. Setiap saat ada penemuan baru, hanya itu yang membuat dunia ini berbeda. Namun semua tetap sama, orang bercinta dengn cara yang itu-itu saja, orang hidup dengan pakem yang itu-itu saja, orang berdosa dengan cara yang itu-itu saja. Aku tahu aku tak kan pernah berhenti menulis jika aku telah memulai dengan satu huruf di baris pertama tadi, tapi apa mau dikata?aku hidup di dunia yang penuh topeng dan kemunafikan!!aku harus beristirahat, walaupuan mataku danatanganku tak pernah ingin berhenti menulis mengenai dunia laknat ini. Namun esok hari aku harus bertemu dengan seseorang, demi sesuap nasi tentunya, dan aku tak boleh terlambat, karena, karena, karena, aku tak tahu karena apa tapi yang aku tahu aku harus berusah tidur, menenggak obat tidur yang entah kadaluarsa(namun selama ini manjur) dan bangun keesokan harinya meneruskan hidup sesuai keinginan orang lain, bukan keinginanku, aku hanya hembusan nafas yang berada di seonggok daging yang makin lama makin menua. Praise the lord, Dia yang membuat semua kejenuhan ini nampak indah dan sangat teratur ibarat mesin paling sempurna, denga perhitungan yang sangat cermat dan teliti.Selamat malam, pagi.

Depok, 25/01/08 01.19

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: