Sharing w/ @budip Pascasarjana Komunikasi UI, 19 Oktober 2011 (1)
#startup
Lanskap dunia digital di Indonesia sedang berkembang. Perkembangan ini menuntut banyak tenaga kerja yang bagus dan kompeten, namun sayangnya proses headhunting di Indonesia saat ini adalah bentuk headhunting kuno yang hanya dipindah ke dunia digital (jobsdb, jobstreet, dsb).
Headhunter akan memposting lowongan di jobsdb/jobstreet dan pencari lowongan akan masuk ke situs2 tersebut, nah yang masuk biasanya orang2 yang cari kerjaan, which is biasanya belum ada pengalaman. Lalu yang bagus2 kemana? Yang bagus2 sedang kerja! Nah, disinilah Linkedin menemukan ceruknya.
Linkedin mempertemukan praktisi yang kompeten di bidang tertentu dengan headunters. Disinilah kebutuhan headhunters terpenuhi dan sekaligus membuka peluang bagi praktisi yang memiliki kompetensi. Pasar pun akhirnya terbentuk.
Linkedin sebagai media sosial “profesional” menawarkan sesuatu yang baru sekaligus dibutuhkan oleh kebanyakan user. Inilah inti startup.
Kebanyakan startup berangkat dari semangat yang berbeda. Banyak startup yang ambisius ingin mengalahkan raksasa2 yang sudah ada. Mereka membuat facebook, youtube, dll dengan “cita rasa lokal”. Logikanya adalah, sudah ada yang mudah digunakan, komunitas sudah terbangun, ngapain pakai layanan yang belum teruji? There’s no such thing as nationalism in this field.
@budip dalam sharingnya juga menceritakan pengalamannya dalam mengikuti pitching dengan beberapa pengembang startup. Kebanyakan dari mereka belum memahami siapa marketnya. Padahal menurut @budip user adalah concern utama dalam startup. Bayangkan jika kita membuat sebuah layanan—yang menurut kita bagus dan useful—tapi ternyata tidak ada yang menggunakan!
Menurut @budip perlu lima poin untuk menggambarkan big picture dari sebuah startup:
1. Problems
2. Solution
3. Product(s)
4. Target user
5. Co-founder
Dengan penjelasan yang baik dari lima poin di atas maka seorang pengembang startup bisa dengan lebih mudah meyakinkan VC dan menjalankan startupnya. Pemilihan VC dan mentor sudah tentu menjadi concern utama juga bagi pengembang. Dengan pemilihan mentor yang tepat, pengembang bisa dengan lebih mudah untuk mengembangkan startupnya.
Menurut @budip sebisa mungkin pengembang lokal ini self-funding terlebih dahulu. “kadang investor kasih duit dikit, mintanya banyak”, kelakar @budip.
(to be continued…..)
NIKA, diterima….!!!
Berita terbaru hadir di angkatan 2004, komunikasi FISIP UI. Setelah melalui sekian lama perjuangan, sama halnya seperti yang telah gw lakukan, Bernika Y Narang, atau biasa dikenal dengan Nika, telah mengikuti ujian outline di hadapan Ketua jurusan dan sekretaris beserta pembimbingnya, Hedriyani, dan telah dilalui dengan hasil sukses, walaupun dengan beberapa revisi yang harus dilakukan namun Bernika telah berhasil melaluinya dengan sukses. Selamat bagi keberhasilan Nika, bagi Dimas, Swasti kami menunggumu di gerbang kemenangan.
berita terbaru dari ruang sidang S1 Komunikasi FISIP UI
Di tengah hawa yang panas di tengah Depok, Jawa Barat, dan saat suasana hati yang begitu gundah gulana.
Di tengah es teh yang begitu menggiurkan dan dahaga puasa yang begitu menyiksa.
Di tengah Dia, dia, dan -nya.
Hadir sebuah berita yang sangat menggembirakan, Outline gw udah DITERIMA!!!hahahahaha…
Akhirnya, seesai sudah tahap pertama siksaan gw…
Hanya menunggu kabar Nika, Dimas dan Swasti untuk menjemput siksa semester, minggu depan.
Selamat datang kawan…
Perkembangan terbaru dari sidang outline Komunikasi FISIP UI
BREAKING NEWS!
Tepat pukul 11.30 WIB, kelanjutan dari posting sebelumnya telah terjawab…
apakah Dimas diterima atau ditolak sidang outlinenya?
dan akhirnya, Dimas DITOLAK!!!
akhirnya kami berempat tidak mendapatan hasil yang kami inginkan…mamun kami berkesimpulan hal ini karena ada yang salah dengan isi kepala Ketua Jurusan kami.
semoga Tuhan membaca blog ini dan memberi pencerahan kepadanya.
sekian breaking news, Didin Dimas, Takor UI, melaporkan.
List nama yg (akan) ditolak rancangan outlinenya
WAHAHAHAHAHAHAHA…..
setelah swasti ditolak akhirnya nika juga ditolak!!!hahahahaha akhirnya ada temennya juga, tinggal tunggu dimas besok gimana..
ditolak…diterima…ditolak…diterima…ditolak….diterima….
kita tunggu laporan selanjutnya.
didin dimas, SBA baru FISIP UI, melaporkan.



