Semuanya berputar
Kadang ada beberapa hal di hidup yang aku sesalkan.
Logika berpikiku yang baik membuat resistensi akan kejadian2 tersebut.
Otakku tidak pernah menginginkan semua hal itu terjadi lagi.
Tapi manusia berkeinginan Tuhan menentukan.
Semua hal dapat saja terulang lagi, bahkan hal terburuk dalam kehidupan.
Rasa sesal terberat adalah ketika aku mendapat sesuatu, kehilangan, ku dapatkan kembali dan akhirnya, hilang.
Banyak hal yang telah hilang dalam hidupku. Kawan. Rasa. Harta. -dan suatu saat- Semua.
Saat ini aku berpikir mungkinkah hidup layaknya sebuah bisnis? aku akan mengorbankan sesuatu, layaknya modal, dan akan mendapatkan untung yang jauh lebih besar?
Sayangnya, hidup -mungkin- tidak sesederhana itu.
Tapi pada detik ini, hilang mungkin solusi yang terbaik.
Toh selama ini amputasi adalah jalan terbaik ketimbang kematian.
How to love jakarta #howtolovejakarta
this is my 5th year in jakarta. The first day i arrived, I know no one, I’m all alone in this city. 5 years later I have more friends in Jakarta than in my home town, I earned more in Jakarta than in Malang, I know more about Jakarta than Malang but I couldn’t love jakarta as I love Malang.
Traffic, crimes, weather, and another reasons made feel not so comfortable with Jakarta, but after 5 years I manage to earn sum tips to survive jakarta.
I’ve shared sum tips on twitter, follow me on twitter to get any update of #howtolovejakarta
1. alternative transportation 4 jakarta’s traffic: OJEK. 90% ‘pengkolan’ di jakarta dihuni ojek.
Jakarta dilengkapi berbagai macam kendaraan, air, udara dan darat. Begitu juga dengan Ojek. Ojek kelas “kaki lima” lengkap dengan ciri khasnya (baca: bau jaket kulit terbakar matahari dan bau rambut yang ga keruan) dan dengan tarif ’sekenanya’ selalu tersedia di hampir setiap ‘pengkolan’ dan lampu m erah di jalan-jalan protokol ibukota. Namun bagi Anda yang ingin sedikit menikmati mewahnya ojek, juga dapat mengintip ini atau ini sebuah layanan ojek eksklusif lengkap dengan segala fasilitas wahid, namun sayang minus bau sangit kulit terbakar abang-abang tukang ojek yang khas.
2. cari info jdwal KRL/bis (ask google), it’ll keep u away from useless waiting. Btw, mind the queue & traffic
Jika anda seorang roker mania (sebuatn akrab penguna KRL) maka Anda tentu tidak asing dengan situs krlmania.com. Di situs ini Anda dapat dengan mudah mengunduh jadwal kereta yang beroperasi. Bagi Anda pengguna bis, sayangnya tidak ada situs panduan yang dapat namun sebagai patokan, beberapa bis yang berangkat dari Depok (AC 84, AC 143, AC 81, dll) selalu ada setiap 20-30 menit namun untuk bis-bis kopaja belum diketahui jadwalanya, ANda dapat bertanya pada kawan yang sering menggunakan fasilitas ini.
3. Survival kits for bus/KRL/angkot: ipod, books, mobile i.net connection NEVER use: PSP, NDS, netbook
Anda tentunya tidak ingin mati gaya jika sedang terjebak di kemacetan Jakarta. Bawalah hiburan secukupnya karena Anda tidak akan dapat memprediksi berapa lama kemacetan di Ibu kota akan terjadi. Ipod, buku dan mobile internet connection aman digunakan karena relati tidaka mengundang tangan-tangan ‘jahil’ namun jika Anda menggunakan PS. NDS, atau–tololnya– netbook maka dapat dipastikan, cepat atau lambat benda-benda tersebut akan berpindah tangan.
Bang Napi: Kejahatan terjadi tadak hanya karena niat tapi karena ada kesempatan, wasapadalah! waspadalah!! waspadalah!!!
4. try not too picky w/ public transportation. The 1st bus u see is ur ride home. Ac/non ac, full/empty.
Di Sini Bukan Anak-anak Malas Tempatnya Para Pekerja Keras
Di Sini Bukan Anak-anak Manja Sedikit Kerja Banyak Mintanya
“Mars Skankers”, SLANK
Jika Anda (setengah) terburu-buru dan harus me nggunakan bis, percayalah bis pertama yang anda lihat adalah kendaraan terbaik anda menuju tujuan, baik itu ac, penuh, bau, panas, dll. Jika anda melewatkan bis pertama, percayalah, Anda akan menunggu lebih lama untuk bis berikutnya.
(to be continued…)
Malang Nominor Sursum Moveor
Masyarakat di luar Kota Malang, banyak mengidentifikasi nama tersebut bukan berasal dari kata malang yang memiliki makna menghalangi, namun lebih memahami kata tersebut, pada malang yang menunjuk pada nasib yang kurang baik. Istilah dengan pemahaman makna yang kedua ini, bisa kita lihat dari pemakaian semboyan Kota Malang yang dipakai oleh pemerintah kolonial yaitu Malang Nominor Sursum Moveor yang memiliki arti Malang Namaku, Maju Tujuanku. Semboyan ini mengisyaratkan mengacu pada makna kata malang sebagai nasib yang kurang baik, hal ini bisa dilihat dari kata setelah Malang Namaku yaitu kalimat Maju Tujuanku. Kalimat kedua ini merupakan kalimat yang menegasi kalimat yang pertama.
Kata malang dapat diartikan dalam bermacam-macam arti kata, mulai dari :
* malang = nasib yang kurang beruntung
* malang = menghalangi /membentang (basa jawa)
* malang = nama yang diberikan oleh pasukan Sultan Demak ketika mencoba menyerang untuk memperluaskan daerah kekuasaan. Kata ini berasal dari istilah malang-melintang.
* malang = Tuhan menghancurkan yang bathil dan menegakkan yang baik. Kata ini berasal dari istilah Malang Kucecwara. (Sesanti itu disyahkan menjadi semboyan Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Malang pada tanggal 1 April 1914.)
Tapi jangan salah,Nama Malang ternyata memiliki nilai historis yang cukup tinggi.
Dibawah ini merupakan sejarah kota kita tercinta ini dinamakan Malang.
Nama Batara Malangkucecwara disebutkan dalam Piagam Kedu (tahun 907) dan Piagam Singhasari (tahun 908). Diceritakan bahwa para pemegang piagam adalah pemuja Batara (Dewa) Malangkucecwara, Puteswara (Putikecwara menurut Piagam Dinoyo), Kutusan, Cilahedecwara dan Tulecwara. Menurut para ahli diantaranya Bosch, Krom dan Stein Calleneis, nama Batara tersebut sesungguhnya adalah nama Raja setempat yang telah wafat, dimakamkan dalam Candi Malangkucecwara yang kemudian dipuja oleh pengikutnya, hal ini sesuai dengan kultus Dewa – Raja dalam agama Ciwa.
Nama para Batara tersebut sangat dekat dengan nama Kota Malang saat ini, mengingat nama daerah lain juga berkaitan dengan peninggalan di daerah tersebut misalnya Desa Badut (Candi Badut), Singosari (Candi Singosari). Dalam Kitab Pararaton juga diceritakan keeratan hubungan antara nama tempat saat ini dengan nama tempat di masa lalu misalnya Palandit (kini Wendit) yang merupakan pusat mandala atau perguruan agama. Kegiatan agama di Wendit adalah salah satu dari segitiga pusat kegiatan Kutaraja pada masa Ken Arok (Singosari – Kegenengan – Kidal – Jago : semuanya berupa candi).
Piagam tahun 907 itu menerangkan bahwa orang-orang yang mendapat piagam itu adalah pemuja-pemuja batara dari Malangkucecwara, Putecwara Kutusan, Cilebhedecwara dan Tulecwara. Penyebutan nama-nama seperti Batara dari Malangkucecwara, putecwara dansebagainya membuktikan bahwa nama-nama itu adalah nama raja-raja yang pernah memerintah dan pada saat di makamkan di dalam candi lalu disebut Batara. Dengan disebutkannya piagamDinoyo, sekarang adalah Kelurahan Dinoyo, maka masuk akal jika candi malangkucecwara itu ada dekat Kota Malang sekarang.
Pusat mandala disebut sebagai panepen (tempat menyepi) salah satunya disebut Kabalon (Kebalen di masa kini). Letak Kebalen kini yang berada di tepi sungai Brantas sesuai dengan kisah dalam Pararaton yang menyebut mandala Kabalon dekat dengan sungai. Disekitar daerah Kebalen – Kuto Bedah – DAS Brantas banyak dijumpai gua buatan manusia yang hingga kini masih dipakai sebagai tempat menyepi oleh pengikut mistik dan kepercayaan. Bukti lain kedekatan nama tempat ini adalah nama daerah Turyanpada kini Turen, Lulumbang kini Lumbangsari, Warigadya kini Wagir, Karuman kini Kauman.
Pararaton ditulis pada tahun 1481 atau 250 tahun sesudah masa Kerajaan Singosari menggunakan bahasa Jawa Pertengahan dan bukan lagi bahasa Jawa Kuno sehingga diragukan sebagai sumber sejarah yang menyangkut pemerintahan dan politik. Penulisan Pararaton sudah . Namun pendekatan yang dipakai para ahli dalam menyelidiki asal usul nama Kota Malang didasarkan pada asumsi bahwa nama tempat tidak akan jauh berubah dalam kurun waktu tersebut. Hal ini bisa dibuktikan antara lain dari nama Kabalon (tempat menyepi) ternyata juga disebutkan dalam Negara Kertagama. Dalam kitab tersebut dikisahkan bahwa puteri mahkota Hayam Wuruk yaitu Kusumawardhani (Bhre Lasem) sebelum menggantikan ayahnya terlebih dahulu menyepi di di Kabalon dekat makam leluhurnya yaitu Ken Arok atau Rangga Rajasa alias Cri Amurwabumi. Makam Ken Arok tersebut adalah Candi Kegenengan.
Namun istilah Kabalon hanya dikenal dikalangan bangsawan, hal inilah yang menyebabkan istilah Kabalon tidak berkembang. Rakyat pada masa itu tetap menyebut dan mengenal daerah petilasan Malangkucecwara dengan nama Malang hingga diwariskan pada masa sekarang.
credit to: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2177663
Let’s write
In this lovely midnite I read a notification in my FB homepage. a friend of mine, A partner in crime. An ordinary friend but a great personal. starts to write a blog. Makeitbest.wordpress.com.
He wrote some notes recently (In my assumption, he just made this blog, since the’re only 4 writings) but 4 of his writings mainly have some messages and quite useful and entertaininig.
Let’s take a look on the other simple blog but ‘entertaining’, i dunno how they come with such idea on writing. i keep writing and writing (since 2007!!) and never came up with such a great idea.
But salute to them and i hope i can write sumthin’ useful too. Or at least entertaining! For ucan @makeitbest.wordpress.com, kudos brother!!
Let’s write!!
No past, just present and future.
in some part of my life I have no past, just present and predictable future but somehow I never see this as a good point. maybe because my future isn’t positively prdeicted.
all i wanna do: grow old with you
I wanna make you smile whenever you’re sad
Carry you around when your arthritis is bad
All I wanna do is grow old with you
I’ll get your medicine when your tummy aches
Build you a fire if the furnace breaks
Oh it could be so nice, growing old with you
I’ll miss you
Kiss you
Give you my coat when you are cold
Need you
Feed you
Even let ya hold the remote control
So let me do the dishes in our kitchen sink
Put you to bed if you’ve had too much to drink
I could be the man who grows old with you
I wanna grow old with you
comment of the year
hatta rajasa dalam wawancara mengenai tari pendet yang di klaim malaysia :
“halah gitu aja dipikirin, udah lah. …. (diteruskan oleh omongan lain yang tidak relevan)”
pernyataan bodoh dari seorang mensesneg.
bandingkan dengan pernyataan benz leo, seorang budayawan. “pemerintah seharusnya menjadi pihak pertama yang bereaksi terhadapa masalah ini.”
saya rasa perbandingan diatas memang tidak apple to apple, karena satu pihak adalah seorang budayawan terpelajar, sedang pihak lainnya adalah seorang birokrat penjilat.
lonely
taken with Canon ftb, Lucky pan 100, Depok, West Java, aperture and speed unknown
wejangan jawa nan nyata
wejangan jawa nan nyata, originally uploaded by didindimas.
taken with Canon ftb, Lucky pan 100, Depok, West Java, aperture and speed unknown
