Si Empunya Cinta
Aku telah berjumpa dengannya, si empunya cinta dan hasrat, dia cantik, tiada kepalang pula cantiknya. Entah bagaimana caranya aku dapat berjumpa dengannya, entah di mimpi, khayalan atau bahkan sekedar lamunan.
Namun saat itu begitu nyata dan begitu indah. Jika kitab-kitab menceritakan perihal surga yang tiada berwujud indahnya, aku telah melihat surgaku, si empunya cinta dan hasrat.
Dia bukan seperti perempuan pada umumnya yang diceritakan dongeng-dongeng, pendiam, wanita (wani di tata), dan yang sangat penurut.
Dia laksana danau yang begitu jernih, dan tenang, namun apa kata pepatah, air tenang menghanyutkan, jangan sekali-kali kau masukkan badanmu ke danau itu, niscaya tenggelamlah kau akan pesonanya.
Dia mungkin sosok Kartini bagi jaman yang sudah makin edan seperti sekarang. Kuat, independen, namun keluarga-lah yang menjadi prioritas utamanya, yah, setidaknya itulah yang aku ketahui ketika aku berbincang dengannya di saat yang bahkan aku tidak yakin apakah itu mimpi, khayalan, atau bahkan sekadar lamunan semata.
Aku tak kuasa menahan pesonanya yang begitu kuat, hanyut aku bersamanya. Mungkin inilah saat kehancuran para lelaki. Tak lekang kaum Adam termakan harta, kekuasaan, minuman, namun hancurlah dia ketika perempuan datang dan mengambil hatinya.
Telah cukup lama aku mengenalnya, banyak yang telah kami lewati bersama, walaupun kata sahabat-sahabatku itu semua maya, mereka bilang aku gila, mereka juga bilang aku mimpi, semuanya maya, tak nyata. Namun aku tidak peduli, apakah salah jika aku menikmati sesuatu yang maya?apakah dosa jika aku beronani pikiran?apalah arti dosaku dibanding mereka, pengguna narkoba, yang juga penikmat kenikmatan maya?.
Cukup lama aku mengenalnya bukan berarti aku dapat memilikinya, dan aku sangat ingin memilikinya, namun apakah mungkin aku yang manusia nyata mampu memiliki sebuah sosok imajiner, aku tidak suka menggunakan istilah ini namun teman-temanku mengatakan demikian, maka ikutlah aku dengan mereka. Jika aku tetap ingin memilikinya maka tentunya dunia dan pikiran rasional orang-orang diluar sana, akan memakiku dan menghukumku karena telah melawan hukum-hukum ilmu pengetahuan yang sengaja mereka buat demi kepentingan-kepentingan tertentu.
Tidak rasional, tidak empiris, tidak apa lah namanya itu. Jika aku tetap memperjuangkannya, maka aku menjadi kaum pemberontak, karena di negeriku, kaum minoritas, seperti aku ini, bisa dengan mudah dituduh menjadi kaum pemberontak jika melanggar, atau bahkan sekedar mempertanyakan pakem yang telah ada.
Pikiran di kepalaku selalu berkecamuk antara ingin memilikinya dan ketakutan akan konsekuensi jika aku bersikeras memperjuangkannya menjadi milikku. Lagipula aku jika tidak pernah tahu apakah dia juga berkenan menjadi milikku.
Mungkin aku seorang pengecut karena tidak memperjuangkannya, namun aku melakukan ini bukan karena keinginanku namun aku tidak mempunyai kekuatan untuk melawan kekuasaan di luarku. Apa kata dunia jika aku memilikinya?seorang manusia, lelaki, nyata, menikahi sebuah sosok perempuan, cantik, indah, hampir sempurna, tidak nyata. Apa kata surat kabar?apa kata berita-berita di TV?apa kata infotainment ?
Bisa dibilang gila aku, sinting, musyrik, karena menurut beberapa orang, dia tidak nyata maka dia adalah sejenis jin, aneh memang pikiran orang jaman sekarang, edan!.
Untuk apa orang tuaku menyekolahkanku jauh-jauh, tak sedikit pula ragat yang mereka keluarkan demiku, jika aku hanya berakhir dicap sebagi orang gila oleh orang-orang disekitarku?.
Andaikan aku memang orang gila, akan aku kejar dia dan aku dapatkan cintanya. Biarlah kata orang aku gila, karena toh aku memang gila, tak perlu aku hidup dengan mengikuti pakem-pakem gila yang ada.
Saat ini dia ada di sampingku dan membaca tulisan ini, dia hanya tersenyum simpul membaca tulisanku. Mungkin berpikiran sama denganku atau mungkin dia menganggapku gila.
PROLOG
Alkemis itu mengambil buku yang dibawa seseorang dalam karavan. membuka-buka halamannya, dia menemukan sebuah kisah tentang Narcissus.
Alkemis itu sudah tahu legenda Narcissus, seorang muda yang setiap hari berlutut di dekat sebuah danau untuk mengagumi keindahannya sendiri. Ia begitu terpesona oleh dirinya hingga, suatu pagi, ia jatuh ke dalam danau dan tenggelam. Di titik tempat dia jatuhnya itu, tumbuh sekuntum bunga, yang dinamakan narcissus.
Tapi bukan dengan itu pengarang mengakhiri ceritanya.
Dia menyatakan bahwa Narcissus mati, dewi-dewi hutan muncul dan mendapati danau tadi, yang semula air segar, telah berubah menjadi danau air mata yang asin.
“Mengapa enkau menangis?” tanya dewi-dewi itu.
“Aku menangisi Narcissus,” jawab danau.
“Oh, tak heranlah jika kau menangisi Narcissus,” kata mereka, “sebab walau kami selalu mencari dia di hutan, hanya kau saja yang dapat mengagumi keindahannya
dari dekat.”
“Tapi…. indahkah Narcissus?” tanya danau.
“Siapa yang lebih mengetahuinya daripada engkau?” dewi-dewi bertanya heran. “Di dekatmulah ia tiap hari berlutut mengagumi dirinya!”
Danau terdiam beberapa saat. Akhirnya, ia berkata:
“Aku menangisi Narcissus, tapi tak pernah kuperhatikan bahwa Narcissus itu indah. Aku menangis karena, setiap ia berlutut di dekat tepianku, aku bisa melihat, di
kedalaman matanya, pantulan keindahanku sendiri.”
“Kisah yang sungguh memikat,” pikir sang alkemis.
nganggur…
typing some stupid questions…
trying so hard to find how to create some stupid need assessment survey…
(thanks to my el stupidito bastardo und son-of-a-bitcho ketua jurusan)
I don’t know how to escape from this routines,
Wake up in the morning, bath, internet, blogs, bloody TKA…
-sigh- God please give me another routines, but do not be so hard please..
I L.O.V.E Y.O.U
I love you just the way you are..
It is so simple, as simple as I breathe and my heartbeat.
I love you, and I will always do.
So many times we’ve tried, so many times we’ve failed.
The more we try, the more I love you.
I just simply love you,
just as simple as I look at you and dream about you every time I blink.
I just simply L.O.V.E Y.O.U
Me lost my pet!!
tragedy has just happened, me lost my pet, its a Chia
It’s a grass tortoise, it has a brown skin with green fur.
it’s so cute..me have lost it twice….
me so sad, me want my Chia back…
now me must start everything over again from the very beginning.
Perkembangan terbaru dari sidang outline Komunikasi FISIP UI
BREAKING NEWS!
Tepat pukul 11.30 WIB, kelanjutan dari posting sebelumnya telah terjawab…
apakah Dimas diterima atau ditolak sidang outlinenya?
dan akhirnya, Dimas DITOLAK!!!
akhirnya kami berempat tidak mendapatan hasil yang kami inginkan…mamun kami berkesimpulan hal ini karena ada yang salah dengan isi kepala Ketua Jurusan kami.
semoga Tuhan membaca blog ini dan memberi pencerahan kepadanya.
sekian breaking news, Didin Dimas, Takor UI, melaporkan.
List nama yg (akan) ditolak rancangan outlinenya
WAHAHAHAHAHAHAHA…..
setelah swasti ditolak akhirnya nika juga ditolak!!!hahahahaha akhirnya ada temennya juga, tinggal tunggu dimas besok gimana..
ditolak…diterima…ditolak…diterima…ditolak….diterima….
kita tunggu laporan selanjutnya.
didin dimas, SBA baru FISIP UI, melaporkan.
bapak, anak, babi, Tuhan
bapak itu setengah baya, jual poster buat anak-anak, harganya seribu lima ratus perak.
bapak itu hitam, bajunya lusuh, bolong-bolong bahkan.
bapak itu jalan di kereta sambil jual poster.
anak itu 5-6 tahun-an, bajunya kucel gambar Spongebob Squarepants.
anak itu, bawa tas kecil isi receh.
anak itu minta-minta di kereta.
orang-orang itu bercanda seenakperutnya di kereta.
orang-orang itu kaya babi, yang cuma peduli perutnya.
orang-orang itu makan, meludah, sendawa kaya babi di kandangnya.
bapak itu jalan menelusuri kereta.
bapak itu lihat anak kecil minta-minta
bapak itu berhenti, ambil duit, seribu.
bapak itu kasih duit ke anak kecil.
anak kecil itu diam, lihat bapak itu.
anak kecil itu ngga nyangka bakal dikasih bapak itu.
anak kecil itu bilang “terima kasih”.
anak kecil itu ngeloyor pergi.
orang-orang tetap kaya babi
Tuhan punya mata.
Tuhan lihat bapak itu.
Tuhan sayang bapak itu.
Tuhan beri rejeki bapak itu.
orang demi orang di kereta itu tiba-tiba beli poster bapak itu.
orang demi orang dan semakin banyak orang beli poster bapak itu.
bapak itu kewalahan.
bapak itu sumringah banyak yang beli.
bapak itu bingung kenapa tiba-tiba banyak yang beli, biasanya hanya 3orang/gerbong, mentok.
Tuhan punya mata.
Tuhan lihat bapak itu.
Tuhan sayang bapak itu.
Tuhan beri rejeki bapak itu.
(berdasarkan kisah nyata)